Dengan keadaan demikian, ramai orang yang terjerumus ke jurang kesesatan. Kejahatan timbul di mana-mana, pembunuhan, perompakan, penganiayaan dan lain sebagainya perbuatan keji bermaharajalela tumbuh subur bagaikan cendawan. Yang kaya tambah kaya dan yang miskin semakin tertindas oleh para lintah darat. Sehingga perbezaan antara si kaya dan si miskin semakin ketara.
Pada masa itu ada seorang umat Nabi Musa as yang bernama Qarun. Ia adalah orang yang membuat kehancuran umat Nabi Musa, sehingga pada masa itu orang-orang menjadi iri hati terhadap kehidupan Qarun yang hidup senang, mewah dengan harta kekayaan yang melimpah. Sampai akhirnya perbuatan Qarun yang derhaka ini berani memburuk-burukkan Nabi Musa dan berusaha menjatuhkan Nabi Musa, di depan orang ramai.
Qarun berkata: “Kalau memang Musa sebagai nabi utusan Allah, tentu ia akan dapat mengatasi keadaan semacam ini, dan kalau dia sebagai kekasih Allah mengapa tidak meminta kepada Allah agar umatnya menjadi kaya seperti aku. Kalau begitu dia hanyalah seorang pembohong belaka.”
Dengan ucapan si Qarun ini akhirnya ramai orang yang tidak percaya kepada Nabi Musa dan mengikuti kepada si Qarun agar dia dapat menjadi kaya.
Akan tetapi ramai pula umat Nabi Musa yang terus selalu berusaha menasihati si Qarun agar jangan sombong dan derhaka. Akan tetapi usaha mereka itu sia-sia belaka. Nasihat yang pernah diberikan kepada si Qarun ialah:
“Hai Qarun, janganlah engkau terlalu gembira dan sombong dengan hartamu yang banyak itu. Dan kami tidak pula melarangmu demikian, tetapi kami hanya menasihati agar kamu mencari harta itu dengan jalan halal dan gunakan hartamu itu di jalan yang baik, tolonglah mereka yang miskin dengan sebahagian hartamu seperti Allah telah berbuat baik kepadamu, dengan demikian Allah akan menambah hartamu itu berkat rahmat-Nya.”
Jawab si Qarun: “Aku tidak perlu akan nasihat kalian, tanpa nasihat kamu pun aku dapat hidup senang, kaya, akal saya lebih pandai daripada kamu. Oleh kerana itu sayalah yang lebih berhak menasihati kalian.”
Dengan hati yang kecewa mereka pulang meninggalkan si Qarun, mereka memberitahukan hal itu kepada Nabi Musa. Mendengar laporan itu, Nabi Musa merasa sedih hatinya, ia berkata: “Ya Allah, dosa apakah yang aku perbuat hingga Engkau turunkan seksa dan cubaan padaku. Ya Allah, tuntunlah aku dan kuatkanlah hatiku untuk membina hamba-Mu yang telah berpaling dari ajaranku, sehingga mereka melupakan Engkau.”
Demikianlah keluhan Nabi Musa as yang disampaikan kepada Allah. Selang beberapa hari, turunlah ayat Allah iaitu perintah untuk mengeluarkan zakat atas orang-orang yang kaya atau mampu yang kemudian hasilnya dibahagikan kepada fakir miskin atau kepada orang yang kekurangan.
Kemudian Nabi Musa memanggil para pengikutnya yang setia lalu ia berkata: “Beritahukanlah kepada mereka, bahawa Allah telah memerintahkan zakat kepada orang-orang yang mampu atau kaya yang mempunyai harta yang lebih.”
Dengan telah tersiarnya perintah ini, bagi hamba Allah SWT yang beriman mereka segera menunaikan kewajipan zakat dan dikumpulkan oleh Nabi Musa untuk dibahagikan kepada fakir miskin. Akan tetapi bagi mereka yang ingkar, ia menolak perintah ini sehingga ramai orang yang berkata: “Mengapa aku harus mengeluarkan sebahagian hartaku.”
Juga berkata yang lainnya: “Mengapa hartaku harus dibahagikan kepada fakir miskin sedangkan aku memperolehinya dengan susah payah.”
Maka ucapan mereka itu kemudian dijawab oleh pengikut Nabi Musa yang setia: “Harta yang engkau keluarkan itu adalah untuk menjaga hartamu dan menolong orang yang kekurangan, agar mereka tidak tersesat dan mengganggu harta kalian.”
Termasuk dalam hal ini si Qarun yang enggan untuk mengeluarkan sebahagian hartanya, sehingga diperingatkan oleh Nabi Musa dengan marah: “Hai Qarun, keluarkanlah zakatmu. Itu adalah perintah Allah, juga aku sampaikan kepadamu bahawa Allah telah menetapkan aku sebagai Nabi dan Rasulmu.”
Jawab si Qarun: “Hai Musa berapa upahmu yang engkau peroleh atas pekerjaanmu itu? Dulu engkau terangkan tentang agama baru, kini engkau perintah untuk zakat. Sungguh engkau telah pandai membohongi aku.”
Jawab Nabi Musa: “Aku tidak memaksamu! tapi ingatlah bahawa seksamu amat pedih nanti di akhirat.”
Kemudian Qarun menjawab: “Masalah zakat dan harta itu urusanku dan mengapa engkau menakut-nakuti aku dengan ancaman?”
Nabi Musa diam, sedih hatinya, namun ia tetap sabar bahkan berdoa kepada Allah agar si Qarun itu hatinya menjadi sabar seraya berkata dalam hatinya: “Ya Allah, ampunilah Qarun anak bapa saudaraku.”
Kemudian Qarun berkata lagi: “Baiklah Musa, aku merasa kasihan padamu dan engkau adalah saudara sepupu aku, maka aku akan mengeluarkan zakat, tapi dengan caraku sendiri yang akan mengambil sebahagian dari hartaku dan aku sendiri yang akan membahagikannya.
Nabi Musa berkata: “Alhamdulillah, semoga Allah menggantikan hartamu itu dengan berlipat ganda.”
Setelah Nabi Musa as meninggalkan Qarun, kemudian segera hadir dan berkata di hadapan orang ramai:
“Wahai saudara-saudaraku, ketahuilah, bahawa Musa itu iri hati terhadapku, zakat sebenarnya hanya untuk menutup apa yang tersembunyi di dalam hatinya, ia ingin mempunyai harta yang banyak dengan cara mewajibkan zakat. Sebenarnya Musa lah orang yang ingkar dari ajaran Allah, janganlah kalian percaya terhadap Musa. Dan dengarlah berita gembira dariku bahawa hari ini aku akan membahagikan sebahagian harta kepada kalian. Tapi ingat, hendaklah kalian menjauhi ajaran Musa dan percaya serta mengikuti aku.”
Mendengar ucapan Qarun itu, disambut oleh orang ramai dengan tepuk tangan menandakan kegembiraan serta menaruh kepercayaan penuh kepada Qarun.
Kemudian Qarun berkata lagi: “Barangsiapa yang patuh dan percaya padaku, maka ia akan mendapat bahagian harta dariku, maka untuk itu mulai sekarang jauhlah semua ajaran Musa dan ikutilah aku agar kalian senang dan bahagia.”
Akibat ucapan Qarun, maka ramai orang yang tidak beriman kepada Allah terpengaruh oleh kata-kata Qarun, mereka berlumba mendekati si Qarun dengan cara memuji, menyanjung untuk menyenangkan hatinya agar mendapat hartanya dan Qarun pun menjadi lupa daratan ia semakin tambah angkuh dan sombong. Di samping itu Qarun pun berusaha dengan berbagai macam cara untuk memburuk-burukkan Nabi Musa.
Pada suatu hari Qarun memanggil seorang pelacur kemudian ia diberi wang sebesar seribu dinar, dengan syarat harus mengaku di depan umum bahawa engkau telah berbuat zina dengan Musa; Maka pada suatu hari Qarun mengumpulkan orang-orang dari segala penjuru kota untuk mendengarkan ceramah atau nasihat dari Nabi Musa. Akan tetapi tujuan yang sebenarnya bahawa pertemuan itu adalah sebagai perangkap untuk menjatuhkan Nabi Musa di depan orang ramai.
Maka diundangnya Nabi Musa kemudian berbicara dan memberikan nasihat di atas mimbar, beliau berkata: “Hadirin sekalian barangsiapa di antara kamu ada yang mencuri, maka akan kupotong tangannya dan barangsiapa yang berzina akan kami rejam dia sekalipun aku sendiri yang berbuat.”
Tiba-tiba Qarun berkata: “Hai Musa, jika demikian engkau sendiri yang harus direjam dan orang-orang telah menuduh engkau telah berzina dengan seorang pelacur.”
Mendengar ucapan demikian Nabi Musa menjadi terkejut. Kemudian pelacur itu dipanggil berdiri di hadapan Nabi Musa, lalu Nabi Musa berkata: Demi Allah yang telah menciptakanmu dan menciptakan langit dan bumi serta menurunkan kitab Taurat, katakanlah yang sebenarnya apa yang pernah kuperbuat terhadap dirimu.”
Pelacur itu menjawab: “Wahai Nabi, engkau bersih dan bebas dari tuduhan mereka. Sesungguhnya ini adalah perbuatan Qarun untuk menjatuhkan engkau dan menuduh engkau sehingga aku diberi upah sebesar seribu dinar. Tapi aku takut kepada Allah untuk melakukan jahat itu.”
Mendengar kata-kata perempuan itu, lemaslah tubuh Musa beliau menangis dan berdoa: “Ya Allah, jika benar aku ini hamba-Mu, maka tolonglah aku.”
Kemudian turunlah wahyu Allah: “Hai Musa, Kami telah jadikan bumi ini tunduk pada perintahmu, maka perintahkanlah sesukamu.”
Lalu Nabi Musa datang menghampiri,Qarun, memperingatkan kepadanya agar segera bertaubat dan memohon ampun kepada Allah. Akan tetapi Qarun menjawab, bahawa tidak percaya dan tidak takut kepada azab Allah. Kemudian Nabi Musa berkata dan menyeru kepada orang ramai, beliau berkata: “Hai hadirin sekalian, barangsiapa bersama Qarun maka tetaplah di tempatnya. Dan barangsiapa bersamaku hendaklah meninggalkan tempat ini.
Maka orang-orang yang beriman kepada Allah mengikuti ajaran Nabi Musa as. segera pergi meninggalkan tempat itu. Sedangkan mereka yang mengikuti si Qarun tetap tinggal di tempat itu dengan sifat kesombongannya.
Kemudian Nabi Musa as. berdoa kepada Allah sambil memukulkan tongkatnya ke atas tanah, ia berkata: “Dengan Nama Allah, hai bumi telanlah Qarun dan pengikutnya serta semua harta bendanya.”
Apa yang terjadi, tiba-tiba tanah itu terbelah, Qarun dan para pengikutnya berserta semua harta bendanya terbenam ke dalam bumi. Saat itu tidaklah ada yang memberikan pertolongan baik dari para pembantu dan harta kekayaannya dan tidak seorang dari manapun yang ingin memberikan pertolongan. Demikianlah azab Allah terhadap mereka.
Melihat kejadian yang hebat itu, maka orang-orang yang hidupnya sengsara dan miskin yang mengikuti ajaran Nabi Musa sama-sama menyesali atas keinginan mereka untuk menjadi kaya seperti Qarun akhirnya ditelan bumi.
Dengan datangnya azab Allah itu, maka tamatlah riwayat Qarun yang sebelumnya ia hidup mewah, senang dengan harta yang berlimpah ruah, sehingga ia menjadi sombong dan takabur itu dengan hanya sekelip mata oleh kekuasaan Allah, ia tidaklah dapat berbuat apa-apa.
Asmaul husna merupakan 99 nama-nama Allah yang memiliki arti yang baik, bagus, dan agung. Nama-nama tersebut tidak boleh dipakai dan ditulis secara sembarangan yang kemudian bisa ditafsirkan melecehkan kemuliaan dan kebesaran Allah SWT. Dalam sebuah hadist dari Abu Hurairah r.a. bahwa Nabi s.a.w bersabda: “Sesungguhnya Allah mempunyai 99 nama, yaitu 100 kurang satu. Siapa yang menghafalnya akan masuk surga.” (HR Bukhari dan Muslim)
Pemakaian dan penulisan nama-nama Allah dalam berbagai tempat akhir-akhir ini cukup mengkhawatirkan kita, karena nyaris tidak lagi mempertimbangkan akhlak dan kepantasan. Nama-nama Allah terkapar di plang-plang nama di pinggir jalan, atau di terlindas kendaraan di koran-koran bekas yang dibuang.
Firman Allah SWT dalam surat Al-Araf ayat 180 : "Allah mempunyai asmaul husna, maka bermohonlah kepadaNya dengan menyebut asmaul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-namaNya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan".
Ayat tersebut secara jelas menunjukkan bahwa Asmaul husna hanya dipergunakan di tempat-tempat yang memiliki aspek barakah dan ibadah. Misalnya dalam berdoa, kita dianjurkan untuk memakai nama-nama Allah supaya muncul rasa betapa kerdil dan kecilnya seorang hamba di hadapan Allah yang Maha Perkasa. Penyalahgunaan pemakaian asmaul husna ini, merupakan sebuah dosa yang akan dibalas oleh Allah SWT.
Nama-nama Allah tersebut harus diperlakukan dan diucapkan dengan penuh adab dan akhlak. Harus diucapkan dengan lembut karena mengucapkan Asmaul husna akan menimbulkan rasa tenang dan damai.
Di balik nama-nama tersebut tersimpan rahasia yang amat dalam, sehingga orang yang mengamalkan Asmaul husna akan mendapat fadhilat-fadhilat yang tidak terjangkau oleh pikiran manusia. Allah berfirman: Katakanlah: “Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman.
Dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai al Asmaa’ul husna (nama-nama yang terbaik) dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam shalatmu dan janganlah pula merendahkannya dan carilah jalan tengah di antara kedua itu” (QS. Al Israa’: 110).
Oleh sebab itu, marilah kita memakai nama-nama Allah pada tempat yang sepantasnya, sehingga kita terhindar dari dosa kepada Allah SWT. Wallahu`alam bisshawab. ***
Oleh Tgk H Mustafa Ahmad
Abdullah tadi menolak ia tidak mahu untuk mempelajari ilmu sihir kerana dia adalah seorang yang telah beriman kepada Allah SWT kerana dia juga mengetahui bahawa sihir adalah satu amalan yang tidak diterima oleh Allah. Barangsiapa yang mempelajarinya, juga beramal dengannya maka dia telah mensyirikkan Allah SWT. Oleh kerana itu merupakan perintah dari Raja, mahu tidak mahu dia mesti juga pergi mempelajarinya. Akhirnya dia pun bersiap sedia untuk pergi berjumpa ahli sihir tadi untuk mempelajari ilmu sihir.
Pada suatu hari ketika Abdullah sedang dalam perjalanan menuju ke rumah ahli sihir tiba-tiba dia terdengar satu suara yang begitu lunak memperkatakan tentang kewajipan beribadah dan beriman kepada Allah SWT. Lalu dia terus menumpukan perhatian dan pendengarannya kepada suara tersebut hinggakan hampir-hampir dia lupa apa tujuan sebenarnya dia keluar dari rumah pada hari itu, bila teringat tujuan asalnya dia terus menyambung kembali perjalanannya.
Maka ketika dia sampai ke rumah ahli sihir itu. dia terus ditanya: “Kenapa kamu terlambat?” Lalu si ahli sihir tadi terus menjatuhkan hukuman kepadanya.
Tidak lama kemudian dia disuruh pulang oleh ahli sihir. Dalam perjalanan pulang Abdullah singgah sebentar bertemu dengan orang alim yang menyeru orang ramai beriman kepada Allah tadi. Dia berbual-bual dan mendengar kata-kata dari orang alim itu hinggakan dia hampir-hampir lupa untuk pulang, terus ke rumah. Ketika dia teringat bahawa dia dikehendaki pulang segera ke rumah, terus dia bergegas pulang.
Sesampai sahaja di rumah bapanya terus bertanya kepadanya: “Kenapa kamu terlambat pulang?”
Maka bapanya terus menghukum atas kelewatannya itu. Dan begitulah seterusnya. Setiap kali dalam perjalanannya ke rumah ahli sihir dan dalam perjalanannya untuk pulang ke rumah dia tetap akan singgah sebentar bertemu dengan orang alim demi mendengar darinya nasihat-nasihat dan juga tunjuk ajar untuk lebih menguatkan lagi keimanannya kepada Allah SWT.
Pada suatu hari ada seekor ular yang amat besar dan berbisa telah mengganggu setiap orang ramai yang lalu di jalan tersebut. Setiap mereka yang lalu di situ sudah pasti akan di sakitinya ataupun paling kurang si ular yang berbisa itu akan menakut-nakutkan mereka yang lalu di situ. Jadi bermula dari hari itu semua orang merasa takut untuk lalu di jalan tersebut dan itulah jalan yang selalu dilalui oleh Abdullah untuk pergi ke rumah ahli sihir dan juga untuk bertemu dengan orang alim yang selalu memberi tunjuk ajar kepadanya. Jadi pada suatu hari tanpa disedari Abdullah telah melalui jalan tersebut. Tiba-tiba keluarlah ular yang besar dan berbisa itu tadi untuk menyerangnya.
Abdullah pun terus mengambil seketul batu yang agak besar lalu berkata pada dirinya: “Ya Allah! Kalaulah seandainya engkau lebih suka aku mendampingi orang alim itu daripada aku mendampingi ahli sihir maka bunuhlah ular yang besar ini!” Terus dia melemparkan batu tadi kepada kepala ular dan batu itu akhirnya mengenai kepala ular dan dengan serta merta ular itu terus mati. Kemudian dia pun segera menemui orang alim lalu diceritakan apa yang telah berlaku ke atasnya. Sesungguhnya dia telah membunuh seekor ular yang amat ditakuti oleh setiap orang yang melalui jalan untuk ke sini.
Lalu orang alim itu pun berkata: “Sesungguhnya berita gembira buat kamu wahai Abdullah. Kerana sesungguhnya kamu telahpun beriman kepada Allah, Tuhan yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antaranya. Dan Dialah juga yang telah menciptakan matahari, bulan, malam, siang, dunia dan akhirat. Sesungguhnya Dia akan menjadikan kamu seorang manusia yang mulia!”
Tidak lama selepas itu berita tentang anak muda ini menjadi masyhur semua penduduk negara itu mengetahuinya tentang keimanannya kepada Allah SWT dan juga tentang dia menyeru orang ramai agar menyembah Tuhan yang Esa iaitu Allah SWT yang menjadikan segala-galanya yang ada di muka bumi ini. Allah telah mengurniakan beberapa karamah di antaranya pernah sekali dia mendoakan seorang yang sakit tenat.
Selepas selesai dia berdoa tidak lama kemudian orang itu terus sembuh dari sakit. Lantas orang itu pun terus beriman kepada Allah menjadi salah seorang dari pengikutnya dan di kalangan penduduk negara Najran itu ramai juga yang menerima seruannya serta beriman kepada Allah. Pada suatu hari datang lagi kepada Abdullah seorang yang diserang penyakit iaitu matanya tidak dapat melihat lalu orang itu berkata kepada Abdullah: “Sesungguhnya aku telah beriman kepada Allah. Jadi aku minta kamu doakan untukku supaya penglihatanku dikembalikan semula.”
Abdullah pun berkata: “Sesungguhnya Allah Berkuasa untuk melakukan setiap apa yang dikehendakinya! Ya Allah wahai Tuhanku! Kalau seandainya orang ini berkata benar maka sembuhkanlah kembali penglihatannya!” Berlakulah suatu karamah baginya iaitu penglihatan orang tadi kembali disembuhkan oleh Allah SWT menjadikan dia boleh melihat seperti sedia kala. Dia boleh melihat segala-galanya. Lantas orang tadi terus menjerit kegembiraan: “Sesungguhnya aku beriman kepada Allah! Aku beriman kepada Allah!”
Orang tadi pun terus berlari pulang ke rumah sambil berulang-ulang kali menyebut: “Aku telah beriman kepada Allah. Aku telah kembali dapat melihat!”
Dan dia juga melafazkan perkataan yang sama kepada bapa saudaranya iaitu Raja bagi negara Najran tersebut. Terus si Raja menjadi marah dan berkata: “Siapakah yang mengajarkan kamu perkataan tersebut?”
Dia menjawab: “Yang telah mengajarkan kepada aku ialah seorang pemuda yang sangat mulia dan beriman. Namanya Abdullah bin As Samir.” Si Raja pun berkata lagi: “Oh! dia inilah yang aku perintahkan untuk mempelajari ilmu sihir. Maka segera bawakan dia kepadaku! aku ingin menemuinya.”
Maka apabila Abdullah telah dihadapkan di hadapan Raja, terus Raja berkata: “Jadi bagaimana kamu sekarang ini! Adakah ilmu sihir yang aku suruh kamu pelajari itu telah benar-benar memberi manfaat kepada kamu hinggakan aku dengar bahawa kamu dapat menyembuhkan orang yang buta kembali melihat?” Abdullah pun menjawab: “Sebenarnya bukanlah aku yang menyembuh penglihatan orang itu, akan tetapi yang menyembuhkannya ialah Allah kerana sesungguhnya Allah berkuasa untuk melakukan segala-galanya.”
Bila mendengar jawapan dari Abdullah si Raja pun marah mukanya merah padam seraya berkata: “Siapakah yang mengajarkan kamu semua perkara ini?” Jawab Abdullah: “Yang mengajarkan aku semua perkara ini ialah seorang tua yang alim yang amat beriman dan bertakwa kepada Allah. Dan dia selalu beribadah menyembah Allah siang dan malam.”
Dengan kemarahan yang tidak dapat ditahan itu terus Raja memerintahkan agar orang tua alim itu dan anak saudaranya tadi dihukum bunuh. Raja juga telah memerintahkan agar Abdullah juga di bunuh. Iaitu hendaklah dia dicampakkan dari puncak bukit. Akan tetapi Allah SWT telah melindungi kekasihnya itu tidak semena-mena bilamana tentera Raja ingin membawanya ke puncak bukit sedang mereka di kaki bukit, tiba-tiba berlakulah gempa bumi dan semua tentera yang membawanya jatuh tercampak ke bawah bukit. Mereka hendak membunuhnya akan tetapi Allah SWT telah menyelamatkannya dari maut.
Ketika dia telah terselamat dari perancangan jahat itu, dia pun terus turun dari bukit dan pergi berjumpa Raja dan berkata: “Sesungguhnya Allah SWT telah melindungi aku dari segala kejahatan yang ingin dilakukan oleh manusia.”
Raja pun makin bertambah marah. Sekali lagi dia memerintahkan kepada tenteranya agar menangkap Abdullah dan membunuhnya, dia memerintahkan agar mereka membawa Abdullah dengan sebuah kapal ke tengah-tengah laut kemudian mencampakkan ke dalam laut yang dalam itu dan janganlah mereka pulang selagi mereka belum pastikan bahawa Abdullah benar-benar telah tenggelam sampai ke dasar laut.
Tentera pun terus membawa Abdullah sebagaimana yang telah diperintahkan oleh Raja. Ketika mereka menaiki kapal membawa Abdullah menuju ke tengah-tengah laut, tiba-tiba Allah mendatangkan kepada mereka satu ombak yang amat besar, hingga dengan pukulan ombak yang besar itu mengaramkan dan menenggelamkan kapal tadi, dan semua yang ada di dalamnya turut ditenggelamkan oleh ombak kecualilah Abdullah kerana Allah telah menyelamatkannya dari ditenggelamkan ombak. Jadi berenang-renanglah semula Abdullah ke pantai dengan selamat.
Sesampai sahaja dia di daratan, terus dia pergi menemui Raja dan berkata: “Sesungguhnya Allah telah melindungi aku dari segala kejahatan yang ingin dilakukan oleh hamba-hambaNya!”
Bertambah marahlah Raja bila melihat bahawa Abdullah masih hidup dan mendengar kata-katanya tadi. Sekali lagi dia memerintahkan semua tenteranya menangkap Abdullah, dan hendaklah Abdullah dipancung dengan pedang sehingga bercerai kepalanya dari badan.
Akan tetapi ketika si tukang pancung ingin memancung tiba-tiba dia terhenti. Tidak boleh untuk memancung. Maka sekali lagi Abdullah diselamatkan oleh Allah SWT. Si Raja pun bertambah marah dan terperanjat. Dia terus berfikir bagaimana untuk membunuh Abdullah, dan Abdullah pula berfikir bahawa Raja tadi belum juga mahu beriman kepada Allah, walaupun telah melihat akan karamah yang Allah jadikan kepadanya.
Akhirnya Raja bertanya kepada Abdullah: “Bagaimanakah cara untuk aku membunuh kamu?”
Maka Abdullah pun berfikir sejenak kemudian dia mengambil keputusan sanggup mengorbankan dirinya demi tersebar luas agama yang di serunya itu, dan sesungguhnya keimanannya terlalu kuat kepada Allah. Lalu dia berkata kepada Raja: “Sesungguhnya aku beriman kepada Allah! Jadi jika kamu ingin membunuh aku maka aku minta agar terlebih dahulu kamu kumpulkan seluruh rakyat yang ada di dalam negara ini dan hendaklah kamu ikatkan aku pada sebatang pokok yang besar dan tinggi. Dan ketika kamu hendak melepaskan anak panah kepadaku. Maka katakanlah: “Bismillah! Dengan nama Allah, Tuhan kepada pemuda ini!”
Sampailah hari yang telah ditetapkan. Berkumpullah seluruh penduduk negara Najran untuk menyaksikan peristiwa tersebut. Setelah Abdullah diikat pada sebatang pokok yang besar dan tinggi maka sampailah masa untuk Raja melepaskan anak panah bagi membunuh Abdullah. Jadi ketika Raja ingin melepaskan anak panah dia pun menyebut dengan suara yang tinggi: “Bismillah! Dengan nama Allah, Tuhan pemuda ini!”
Ketika anak panah mengenai badan Abdullah maka matilah Abdullah bin As Samir dalam keadaan syahid demi menegakkan kalimah Allah di muka bumi. Berlakulah satu ketentuan Allah iaitu seluruh penduduk negara Najran yang hadir di kala itu terus berkata-kata dengan begitu yakin: “Kami semua beriman kepada Allah, Tuhan pemuda itu tadi!” Kami semua beriman kepada Allah, Tuhan pemuda itu tadi!” Berulang-ulang kali mereka melafazkan perkataan tersebut.
Raja Najran mendengar apa yang diperkatakan oleh rakyat terus dia menjadi marah, dan dia memerintahkan kepada seluruh tenteranya agar menangkap seluruh rakyat yang hadir untuk dibunuhnya yang mana mereka telah beriman kepada Allah SWT. Kerana terpengaruh dengan kata-kata yang di ucapkan oleh Raja Najran ketika membunuh Abdullah. Ketika telah terkumpul semua rakyatnya, lalu dia (Raja) berkata kepada mereka: “Aku memberi kepada kamu dua pilihan iaitu sama ada kamu meninggalkan Tuhan kamu Allah ataupun kamu aku bakar dengan api yang besar?”
Sebahagian kecil dari mereka yang lemah iman dan takut terus mengalah dan mereka itu kembali murtad, kafir kepada Allah SWT demi untuk menyelamatkan diri mereka dari dibakar oleh api. Akan tetapi sebahagian besar dari mereka tetap dengan pendirian mereka. Mereka tetap teguh memegang keimanan kepada Allah dan mereka langsung tidak menghiraukan segala amaran atau pun cabaran yang diberikan oleh Raja Najran tadi. Mereka lebih mengutamakan mati agar terus hidup kekal abadi di akhirat kelak, daripada terus hidup dalam dunia dengan mensyirikkan Allah.
Raja Najran pun terus memerintahkan tenteranya agar mengorek satu lubang yang besar untuk di jadikan tempat menghidupkan api bagi membakar mereka yang ingkar perintahnya. Setelah lubang besar siap mereka segera mengumpulkan kayu-kayu api kemudian api pun dinyalakan. Raja memerintahkan agar ke semua orang yang beriman kepada Allah itu dicampakkan ke dalam api yang besar tadi. Sejarah menceritakan kepada kita bahawa bilangan mereka yang dibakar oleh Raja Najran adalah seramai tujuh puluh ribu orang. Dan tidak ada pun di kalangan mereka yang beriman dapat menyelamatkan diri kecuali seorang lelaki yang namanya Daus yang mempunyai dua ekor serigala.
Bagaimana dia boleh terselamat dari dibakar api ialah kerana dia telah berusaha dan berkeyakinan besar bahawa dia akan selamat dengan melarikan diri. Maka dia pun lari. Maka Daus pun menyelamatkan diri pergi ke Istana kerajaan Rom yang di kala itu semua mereka menganut agama yang sama iaitu beriman kepada Allah. Lalu dia menceritakan kepada Raja Rom bahawa seluruh umat Islam habis dibakar oleh Raja Najran.
Lalu Raja Rom menghantar utusan kepada Najashi Habshah agar membantunya iaitu dengan menyediakan bala tentera untuk menyerang kerajaan Raja Najran dan dia akan mengirimkan juga kepada mereka sepuluh buah kapal perang yang sebelum ini kapal perang tersebut pernah digunakan oleh tentera Najashi Habshah ketika menyerang Yaman. Lalu Najashi pun bersetuju maka berlakulah pertempuran yang hebat di antara tentera Habshah dengan tentera Najran yang separuh ahli sejarah mengatakan bahawa itulah juga Yaman.
Pertempuran yang hebat tadi berkesudahan dengan musnahnya kekuatan tentera Najran atau pun antara lain dalam sejarah di kenali sebagai Ashabul Ukhdud. Habis tentera Raja Najran dibinasakan oleh tentera Habshah. Ada yang mati dan ada sebahagian dari mereka yang dijadikan hamba abdi kepada kerajaan Najashi Habshah. Raja Najran pula bernasib baik kerana dia dapat melarikan diri akan tetapi hidupnya tidak tenang kerana semakin hari hatinya semakin resah dan bimbang akhirnya Allah membalasnya dengan satu hukuman yang sama sekali dia tidak dapat untuk melawannya.
Pada suatu hari dia ingin melarikan diri dengan menaiki seekor kuda menuju ke pantai sesampai saja di pantai Allah SWT telah memerintahkan kepada laut agar bertukar kepada ombak yang sangat besar maka teruslah ombak yang besar itu tadi menyambarnya.Lalu Raja Najran tadi ditenggelamkan oleh ombak yang besar dan itulah tentera yang diutuskan oleh Allah untuk memusnahkan orang yang telah berbuat kezaliman dan kekejaman. Begitulah kesudahan bagi Raja Najran tadi di dunia lagi Allah telah melaknat dan menghukumnya maka di akhirat nanti sudah pastilah azab pedih Allah tersedia untuknya.
Firman Allah SWT yang bermaksud: “Demi langit yang mempunyai bintang-bintang besar. Demi hari yang telah dijanjikan (hari pembalasan). Demi yang menjadi saksi dan yang dipersaksikan (sesungguhnya orang-orang kafir itu terkutuk). Terkutuklah orang-orang yang membuat lubang-lubang pembakaran, iaitu api yang bernyala-nyala. Ketika mereka duduk mengelilingi sedang mereka menyaksikan apa yang mereka perbuat terhadap orang-orang beriman. Tidak ada yang mereka ingkari dari orang-orang mukmin kecuali kerana mereka beriman kepada Allah yang Maha Perkasa lagi terpuji yang mempunyai kerajaan langit dan bumi. Allah menjadi saksi atas tiap-tiap sesuatu.
“Sesungguhnya orang-orang yang memfitnahi (menyeksa) orang-orang mukmin lelaki dan perempuan kemudian mereka tidak taubat maka untuk mereka seksa neraka dan untuk mereka azab yang membakar. Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal soleh untuk mereka syurga yang mengalir air sungai di bawahnya. Itulah kemenangan yang besar. Sesungguhnya seksa Tuhanmu amat keras. Sesungguhnya Dia memulai (mengadakan manusia) dan mengulangnya (menghidupkannya kembali). Dia pengampun lagi penyayang, yang mempunyai ‘Arasy lagi mulia, yang memperbuat apa-apa yang dikehendakiNya. Adakah sampai kepadamu berita tentera bergajah yang berani, iaitu Firaun dan Thamud, bahkan orang-orang kafir itu tetap mendustakan dan Allah mengepung di belakang mereka (seorangpun tidak akan terlepas dari seksaNya). Bahkan dialah Al-Quran yang mulia. Di papan yang terjaga (luh mahfuz). (Al-Buruj: 1-22).
Persiapan mental. Perpindahan dari dunia remaja memasuki fase dewasa – di bawah naungan perkawinan – akan sangat berpengaruh terhadap psikologis, sehingga diperlukan persiapan mental dalam menyandang jabatan baru, sebagai ibu rumah tangga atau kepala rumah tangga. Kalaupun sekarang anda telah terlanjur menyandang predikat tersebut sebelum anda sempat berpikir sebelumnya, anda belum terlambat. Anda bisa memulainya dari sekarang, menyiapkan mental anda lewat pedoman tentang cara-cara berumah tangga, atau anda dapat belajar dari orang-orang terdekat, yang dapat memberikan nasehat bagi rumah tangga anda.
Mengenali Pasangan. Kalau dulu orang dekat anda adalah ibu, teman, atau saudara anda yang telah anda kenal sejak kecil, tetapi sekarang orang yang nomor satu bagi anda adalah pasangan anda. Walaupun pasangan anda adalah orang yang telah anda kenal sebelumnya, katakanlah dalam masa pacaran, tetapi hal ini belumlah menjamin bahwa anda telah benar-benar mengenal kepribadiannya. Keadaannya lain. Masa pacaran dengan lingkungan rumah tangga jauh berbeda. Apalagi jika pasangan anda adalah orang yang belum pernah anda kenal sebelumnya. Disini perlu adanya penyesuaian-penyesuaian. Anda harus mengenal lebih jauh bagi pasangan anda, segala kekurangan dan kelebihannya, untuk kemudian anda pahami bagaimana sebaiknya anda bersikap, tanpa harus mempersoalkan semuanya. Karena sesungguhnya anda bersama pasangan anda hidup dalam rumah tangga untuk saling melengkapi satu dengan yang lainnya, sehingga tercipta keharmonisan.
Menyusun agenda Kegiatan. Kesibukan anda sebagai ibu rumah tangga atau kepala rumah tangga tentunya akan lebih banyak menyita waktu di banding ketika anda masih sendiri. Hari-hari kemarin bisa saja anda mengikuti segala macam kegiatan yang anda sukai kapan saja anda mau. Persoalannya sekarang adalah anda tidak sendiri, kehadiran pasangan anda disamping anda tidak boleh anda abaikan. Tetapi anda tak perlu menarik diri dari aktifitas atau kegiatan yang anda butuhkan. Anda dapat membuat agenda untuk efektifitas kerja, anda pilah, dan anda pilih kegiatan apa yang sekiranya dapat anda ikuti sesuai dengan waktu yang anda miliki dengan tanpa mengganggu tugas anda sebagai ibu rumah tangga atau kepala rumah tangga.
Mempelajari kesenangan pasangan. Perhatian-perhatian kecil akan mempunyai nilai tersendiri bagi pasangan anda, apalagi di awal perkawinan anda. Anda dapat melakukannya dengan mempelajari kesenangan pasangan anda, mulai dari selera makan, kebiasaan, hobi yang tersimpan dan lainnya. Tidak menjadi masalah jika ternyata apa yang disenanginya tidak anda senangi. Anda bisa mempersiapkan kopi dan makanan kesukaannya disaat pasangan anda yang punya hobi membaca sedang membuka-buka buku. Atau anda bisa sekali-kali menyisihkan waktu untuk sekedar mengantar pasangan anda berbelanja, untuk menyenangkan hatinya. Atau kalau mungkin anda bisa memadukan hobi anda yang ternyata sama, dengan demikian anda telah memasang saham kasih sayang di hati pasangan anda sebagai kesan pertama, karena kesan pertama akan selalu diingatnya. Kesan pertama begitu menggoda, selanjutnya terserah anda (kayak iklan saja). Dan anda bisa menjadikannya sebagai kebiasaan yang istimewa dalam rumah tangga anda.
Adaptasi lingkungan. Lingkungan keluarga, famili dan masyarakat baru sudah pasti akan anda hadapi. Anda harus bisa membawa diri untuk masuk dalam kebiasaan-kebiasaan (adat) yang ada di dalamnya. Kalau anda siap menerima kehadiran pasangan anda, berarti pula anda harus siap menerimanya bersama keluarga dan masyarakat disekitarnya. Awalnya mungkin anda akan merasa asing, kaku, tapi semuanya akan terbiasa jika anda mau membuka diri untuk bergaul dengan mereka, mengikuti adat yang ada, walaupun anda kurang menyukainya. Sehingga akan terjalin keakraban antara anda dengan keluarga, famili dan lingkungan masyarakat yang baru. Karena hakekat pernikahan bukan perkawinan antara anda dan pasangan anda, tetapi, lebih luas lagi antara keluarga anda dan keluarga pasangan anda, antara desa anda dengan desa pasangan anda, antara bahasa anda dengan bahasa pasangan anda, antara kebiasaan (adat) anda dengan kebiasaan pasangan anda. Dst.
Menanamkan rasa saling percaya. Tidak salah jika suatu saat anda merasa curiga dan cemburu. Tetapi harus anda ingat, faktor apa yang membuat anda cemburu dan seberapa besar porsinya. Tidak lucu jika anda melakukannya hanya dengan berdasar perasaan. Hal itu boleh saja untuk sekedar mengungkapkan rasa cinta, tetapi tidak baik juga kalau terlalu berlebihan. Sebaiknya anda menanamkan sikap saling percaya, sehingga anda akan merasa tenang, tidak diperbudak oleh perasaan sendiri. Yakinkan, bahwa pasangan anda adalah orang terbaik yang anda kenal, yang sangat anda cintai dan buktikan juga bahwa anda sangat membutuhkan kehadirannya, kemudian bersikaplah secara terbuka.
Musyawarah. Persoalan-persoalan yang timbul dalam rumah tangga harus dihadapi secara dewasa. Upayakan dalam memecahkan persoalan anda mengajak pasangan anda untuk bermusyawarah. Demikian juga dalam mengatur perencanaan-perencanaan dalam rumah tangga, sekecil apapun masalah yang anda hadapi, semudah apapun rencana yang anda susun. Anda bisa memilih waktu-waktu yang tepat untuk saling tukar pikiran, bisa di saat santai, nonton atau dimana saja sekiranya pasangan anda sedang dalam keadaan bugar.
Menciptakan suasana Islami. Suasana Islami ini bisa anda bentuk melalui penataan ruang, gerak, tingkah laku keseharian anda dan lain-lain. Sholat berjama’ah bersama pasangan anda, ngaji bersama (tidak perlu setiap waktu, cukup habis maghrib atau shubuh), mendatangi majlis ta’lim bersama dan memnbuat kegiatan yang Islami dalam rumah tangga anda. Hal ini akan menambah eratnya ikatan bathin antara anda dan pasangan anda. Dari sini akan terbentuk suasana Islami, Sakinah, Mawaddah wa Rahmah. Insya’allah. (assyarif/mus)
Ulama adalah sumber ilmu dan pelita dalam masyarakat. Keberadaan ulama merupakan salah satu indikator masih hidupnya ilmu agama di tengah masyarakat. Dalam satu hadist Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah tidaklah mencabut ilmu begitu saja dari diri para ulama, akan tetapi Allah mencabut ilmu dengan matinya para ulama. Sehingga jika tidak tersisa seorang ulama-pun, maka masyarakat akan mengambil orang-orang bodoh sebagai pemimpin. Jika mereka ditanya, mereka menjawab tanpa ilmu, sehingga mereka sesat dan menyesatkan ” (HR Bukhari).
Dulu, ulama bukan hanya berkiprah di lapangan agama semata, peran mereka juga merambah ranah sosial, ekonomi dan politik. Sehingga ada yang membagi ulama dalam beberapa bentuk tergantung kiprah mereka. Ulama yang bergerak di lapangan politik disebut sebagai ulama negarawan dan yang berperan di ranah keilmuan disebut sebagai ulama intelektual. Demikian juga banyak ulama yang aktif di kegiatan bisnis seperti menjadi pedagang. Ulama-ulama Aceh dulu banyak juga yang bermata pencarian sebagai petani dan peniaga.
Peran ulama yang merambah berbagai bidang ini dulu sama sekali tidak dipersoalkan, karena mereka tetap menjadi lampu keilmuan di tengah-tengah masyarakat. Sekarang banyak muncul gugatan yang menuduh ulama terjebak dalam kehidupan dunia dan secara khusus dalam kehidupan politik dan meninggalkan rumah besar ummat bernama dayah. Padahal, para pengkritik dan penggugat itu tidak tahu sama sekali kenapa ulama memilih jalur politik. Mereka tidak tahu bahwa ulama juga melakukan “ijtihad politik” yang kemudian memutuskan untuk memperbaiki kehidupan ummat dengan jalur struktural.
Di Kelantan, Malaysia, Datuk Nik Aziz merupakan ulama yang menjadi menteri besar di sana dan tetap konsisten hidup secara sederhana dan menjalankan pemerintahan secara jujur. Kesederhanaan beliau sebagai menteri besar, jabatan setingkat gubernur di Indonesia, merupakan bukti bahwa beliau bisa menjadi ulama sekaligus umara yang memimpin umat dalam kesederhaannya. Wallahu`alam.
Pesanan Terakhir Rasulullah S.A.W (Isi Khutbah terakhir rasulullah SAW)
0 kommentarer Indsendt af pelangi kl. 11.30"Wahai manusia, dengarlah baik-baik apa yang hendak kukatakan, Aku tidak mengetahui apakah aku dapat bertemu lagi dengan kamu semua selepas tahun ini. Oleh itu, dengarlah dengan teliti kata-kataku ini dan sampaikanlah ia kepada orang-orang yang tidak dapat hadir disini pada hari ini.
"Wahai manusia, sepertimana kamu menganggap bulan ini dan kota ini sebagai suci, anggaplah jiwa dan harta setiap orang Muslim sebagai amanah suci. Kembalikan harta yang diamanahkan kepada kamu kepada pemiliknya yang berhak. Janganlah kamu sakiti sesiapapun agar orang lain tidak menyakiti kamu lagi. Ingatlah bahawa sesungguhya kamu akan menemui Tuhan kamu dan Dia pasti membuat perhitungan di atas segala amalan kamu. Allah telah mengharamkan riba, oleh itu, segala urusan yang melibatkan riba dibatalkan mulai sekarang.
"Berwaspadalah terhadap syaitan demi keselamatan agama kamu. Dia telah berputus asa untuk menyesatkan kamu dalam perkara-perkara besar, maka berjaga-jagalah supaya kamu tidak mengikutinya dalam perkara-perkara kecil.
"Wahai manusia sebagaimana kamu mempunyai hak atas isteri kamu, mereka juga mempunyai hak ke atas kamu. Sekiranya mereka menyempurnakan hak mereka ke atas kamu, maka mereka juga berhak diberikan makan dan pakaian, dalam suasana kasih sayang. Layanilah wanita-wanita kamu dengan baik dan berlemah-lembutlah terhadap mereka kerana sesungguhnya mereka adalah teman dan pembantu kamu yang setia. Dan hak kamu atas mereka ialah mereka sama sekali tidak boleh memasukkan orang yang kamu tidak sukai ke dalam rumah kamu dan dilarang melakukan zina.
"Wahai manusia, dengarlah bersungguh-sungguh kata-kataku ini, sembahlah Allah, dirikanlah solat lima waktu, berpuasalah di bulan Ramadhan, dan tunaikanlah zakat dari harta kekayaan kamu. Kerjakanlah ibadah haji sekiranya kamu mampu. Ketahuilah bahawa setiap Muslim adalah saudara kepada Muslim yang lain. Kamu semua adalah sama; tidak seorang pun yang lebih mulia dari yang lainnya kecuali dalam Taqwa dan beramal saleh.
"Ingatlah, bahawa kamu akan menghadap Allah pada suatu hari untuk dipertanggungjawabkan diatas segala apa yang telah kamu kerjakan. Oleh itu, awasilah agar jangan sekali-kali kamu terkeluar dari landasan kebenaran selepas ketiadaanku.
"Wahai manusia, tidak ada lagi Nabi atau Rasul yang akan datang selepasku dan tidak akan lahir agama baru. Oleh itu wahai manusia, nilailah dengan betul dan fahamilah kata-kataku yang telah aku sampaikan kepada kamu. Sesungguhnya aku tinggalkan kepada kamu dua perkara, yang sekiranya kamu berpegang teguh dan mengikuti kedua-duanya, nescaya kamu tidak akan tersesat selama-lamanya. Itulah Al-Qur'an dan Sunnahku.
"Hendaklah orang-orang yang mendengar ucapanku, menyampaikan pula kepada orang lain. Semoga yang terakhir lebih memahami kata-kataku dari mereka yang terus mendengar dariku. Saksikanlah Ya Allah, bahawasanya telah aku sampaikan risalah-Mu kepada hamba-hamba-Mu."
Sedangkan perbuatan-perbuatan yang bukan jibiliyah, boleh jadi termasuk dalam hal-hal yang ditetapkan khusus bagi Rasulullah S.A.W, dimana tidak seorang pun diperkenankan mengikutinya (haram); atau boleh jadi tidak termasuk dalam perbuatan yang diperuntukkan khusus bagi beliau. Apabila perbuatan itu telah ditetapkan khusus bagi Rasulullah S.A.W, seperti dibolehkannya beliau melanjutkan puasa pada malam hari tanpa berbuka, atau dibolehkannya menikah dengan lebih dari empat wanita, dan lain sebagainya dari kekhususan beliau; maka dalam hal ini kita tidak diperkenankan mengikutinya. Sebab, perbuatan-perbuatan tersebut telah terbukti diperuntukkan khusus bagi beliau berdasarkan Ijmak Sahabat. Oleh kerana itu tidak dibolehkan meneladani beliau dalam perbuatan-perbuatan semacam ini.
Akan halnya dengan perbuatan beliau yang kita kenal sebagai penjelas bagi kita, tidak ada perselisihan bahawa hal itu merupakan dalil. Dalam hal ini penjelasan tersebut boleh berupa perkataan, seperti sabda beliau:
صَلُّوْا كَمَا رَأَيْتُمُوْنِيْ أُصَليِّ
“Solatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku solat”
خُذُوْا عَنِّيْ مَنَاسِكَكُمْ
"Laksanakan manasik hajimu berdasarkan manasikku (apa yang telah aku kerjakan)"
Hadis ini menunjukkan bahawa perbuatan beliau merupakan penjelas, agar kita mengikutinya. Penjelasan beliau bisa juga berupa qaraain al ahwal, yakni qarinah/indikasi yang menerangkan bentuk perbuatan, seperti memotong pergelangan pencuri sebagai penjelas firman Allah SWT:
فَاقْطَعُوا أَيْدِيَهُمَا
"Maka potonglah tangan keduanya." (Surah Al-Maidah : 38)
Status penjelas yang terdapat dalam perbuatan Rasulullah S.A.W, baik berupa ucapan maupun indikasi yang menerangkan bentuk perbuatan, dapat mengikuti hukum apa yang telah dijelaskan, apakah itu wajib, haram, mandub(sunat) atau mubah(harus) sesuai dengan arah penunjukan dalil.
Sedangkan perbuatan-perbuatan beliau yang tidak terdapat di dalamnya indikasi yang menunjukkan bahawa hal itu merupakan penjelas, bukan penolakan dan bukan pula ketetapan. Maka dalam hal ini perlu diperhatikan apakah di dalamnya terdapat maksud untuk bertaqarrub (mendekatkan diri kepada Allah) atau tidak. Apabila di dalamnya terdapat keinginan untuk bertaqarrub kepada Allah maka perbuatan itu termasuk mandub(sunat), di mana seseorang akan mendapatkan pahala atas perbuatannya itu dan tidak mendapatkan balasan jika meninggalkannya. Misalnya Solat Duha. Sedangkan jika tidak terdapat di dalamnya keinginan untuk bertaqarrub, maka perbuatan tersebut termasuk mubah(harus).
Semangat penganut Islam meningkat apabila sekumpulan kecil masyarakat yang dihormati di Mekah menganut agama Islam. Antara mereka ialah Abu Bakar, Uthman bin Afan, Zubair bin Al Awwam, Abdul Rahman bin Auf, Ubaidillah bin Harith, Amr bin Nufail dan ramai lagi.
Akibat cabaran dari masyarakat jahiliyah di Mekah, sebahagian orang Islam disiksa, dianiaya, disingkir dan dipulaukan. Baginda terpaksa bersabar dan mencari perlindungan untuk pengikutnya. Baginda meminta Negus Raja Habsyah, untuk membenarkan orang-orang Islam berhijrah ke negaranya. Negus mengalu-alaukan ketibaan mereka dan tidak membenarkan mereka diserah kepada penguasa di Mekah.
"Hijrah"
Tahun berikutnya, sekumpulan masyarakat Islam dari Yathrib datang lagi ke Mekah. Mereka menemui Rasulullah di tempat yang mereka bertemu sebelumnya. Kali ini, Abbas bin Abdul Muthalib, pakcik baginda yang belum menganut Islam hadir dalam pertemuan itu. Mereka mengundang baginda dan orang-orang Islam Mekah untuk berhijrah ke Yathrib. Mereka berjanji akan melayani mereka sebagai saudara seagama. Dialog yang memakan masa agak lama diadakan antara mayarakat Islam Yathrib dengan pakcik Rasulullah untuk memastikan mereka sesungguhnya berhasrat mengalu-alukan masyarakat Islam Mekah di bandar mereka. Rasulullah akhirnya bersetuju untuk berhijrah beramai-ramai ke bandar baru itu.
Mengetahui ramai masyarakat Islam merancang meninggalkan Mekah, masyarakat jahiliyah Mekah cuba menghalang mereka. Namun kumpulan pertama telahpun berjaya berhijrah ke Yathrib. Masyarakat jahiliyah Mekah bimbang hijrah ke Yathrib akan memberi peluang kepada orang Islam untuk mengembangkan agama mereka ke daerah-daerah yang lain.
Hampir dua bulan seluruh masyarakat Islam dari Mekah kecuali Rasulullah, Abu Bakar, Ali dan beberapa orang yang daif, telah berhijrah. Masyarakat Mekah kemudian memutuskan untuk membunuh baginda. Mereka merancang namun tidak berjaya. Dengan berbagai taktik dan rancangan yang teratur, Rasulullah akhirnya sampai dengan selamat ke Yathrib, yang kemudian dikenali sebagai, 'Bandar Rasulullah'.
"Madinah"
"Pembukaan Kota Makkah"
Pada tahun kelapan selepas penghijrahan ke Madinah berlaku, Nabi Muhammad s.a.w. berlepas ke Makkah. Tentera Islam yang seramai 10,000 orang tiba di Makkah dengan penuh bersemangat. Takut akan nyawa mereka terkorban, penduduk Makkah bersetuju untuk menyerahkan kota Makkah tanpa sebarang syarat. Nabi Muhammad s.a.w. kemudian mengarahkan supaya kesemua berhala dan patung-patung di sekeliling Kaabah dimusnahkan.
Bapa-bapa saudara dan ibu-ibu saudara Nabi Muhammad s.a.w.
0 kommentarer Indsendt af pelangi kl. 08.41- Al-Harith bin Abdul Muthalib
- Muqawwam bin Abdul Muthalib
- Zubair bin Abdul Muthalib
- Hamzah bin Abdul Muthalib
- Al-Abbas bin Abdul Muthalib
- Abu Thalib bin Abdul Muthalib
- Abu Lahab bin Abdul Muthalib
- Abdul Kaabah bin Abdul Muthalib
- Hijl bin Abdul Muthalib
- Dzirar bin Abdul Muthalib
- Ghaidaq bin Abdul Muthalib
- Safiyah binti Abdul Muthalib
- 'Atikah binti Abdul Muthalib
- Arwa binti Abdul Muthalib
- Umaimah binti Abdul Muthalib
- Barrah binti Abdul Muthalib
- Ummi Hakim al-Bidha binti Abdul Muthalib
"Kerasulan"
Gua Hira tempat pertama kali Nabi Muhammad s.a.w. memperoleh wahyu.Muhammad telah dilahirkan di tengah-tengah masyarakat jahiliyah. Ia sungguh menyedihkan hatinya sehingga beliau kerapkali ke Gua Hira', sebuah gua bukit dekat Mekah, yang kemudian dikenali sebgai Jabal An Nur untuk memikirkan cara untuk mengatasi gejala yang dihadapi masyarakatnya. Di sinilah baginda sering berfikir dengan mendalam, memohon kepada Allah supaya memusnahkan kedurjanaan yang kian berleluasa.
Pada suatu malam, ketika baginda sedang bertafakur di Gua Hira', Malaikat Jibril mendatangi Muhammad. Jibril membangkitkannya dan menyampaikan wahyu Allah di telinganya. Baginda diminta membaca. Baginda menjawab, "Saya tidak tahu membaca". Jibril mengulangi tiga kali meminta Muhammad untuk membaca tetapi jawapan baginda tetap sama. Akhirnya, Jibril berkata:
"Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dengan nama Tuhanmu yang Amat Pemurah, yang mengajar manusia dengan perantaraan (menulis, membaca). Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya."
Ini merupakan wahyu pertama yang diterima oleh Muhammad. Ketika itu baginda berusia 40 tahun. Wahyu itu turun kepada baginda dari semasa ke semasa dalam jangka masa 23 tahun. Siri wahyu ini telah diturunkan menurut panduan yang diberikan Rasulullah s.a.w. dan dikumpulkan dalam buku bernama Al Mushaf yang juga dinamakan Al-Quran (bacaan). Kebanyakkan ayat-ayatnya mempunyai erti yang jelas. Sebahagiannya diterjemah dan dihubungkan dengan ayat-ayat yang lain. Sebahagiannya pula diterjemah oleh Rasulullah sendiri melalui percakapannya, tindakan dan persetujuan yang terkenal, dengan nama Sunnah. Al-Quran dan al Sunnah digabungkan bersama untuk menjadi panduan dan cara hidup mereka yang menyerahkan diri kepada Allah.
"Marhalah Dakwah Rasulullah"
Perjuangan dakwah Rasulullah yang boleh diringkaskan sebagai berikut:
Pertama: Marhalah Tasqif - tahap pembinaan dan pengkaderan untuk melahirkan individu-individu yang menyakini pemikiran (fikrah) dan metod (thariqah) parti politik guna membentuk kerangka gerakan.
Kedua: Marhalah Tafa’ul ma’al Ummah - tahap berinteraksi dengan umat agar umat turut sama memikul kewajiban dakwah Islam, sehingga umat akan menjadikan Islam sebagai masalah utama dalam hidupnya serta berusaha untuk menerapkannya dalam kehidupan bernegara dan bermasyarakat.
Ketiga: Marhalah Istilamil Hukmi - tahap pengambilalihan kekuasaan, dan penerapan Islam secara utuh serta menyeluruh, lalu mengembangkannya sebagai risalah Islam ke seluruh penjuru dunia.
"Thalabun Nusrah"
Thalabun Nusrah adalah detik bersejarah yang dapat dinukil didalam kitab sirah dan merupakan satu aktiviti penting dalam marhalah kedua perjuangan Rasulullah s.a.w. Lestari atau tidaknya dakwah ditentukan olehnya kerana keberlangsungan dakwah memerlukan dua aspek penting:-
Pertama: untuk mendapatkan perlindungan (himayah) sehingga tetap dapat melakukan aktiviti dakwah dalam keadaan aman dan terlindung.
Kedua: untuk mencapai tampuk pemerintahan dalam rangka menegakkan Daulah Islamiyah (Negara Islam) dan menerapkan hukum-hukum berdasarkan apa yang telah diturunkan Allah SWT dalam kehidupan bernegara dan bermasyarakat.
Surah Al-Anbiya, ayat 107 bermaksud:

"Kelahiran"
Ayahnya telah meninggal sebelum kelahiran baginda. Sementara ibunya meninggal ketika baginda berusia kira-kira enam tahun, menjadikannya seorang anak yatim. Menurut tradisi keluarga atasan Mekah, baginda telah dipelihara oleh seorang ibu angkat(ibu susu:-wanita yang menyusukan baginda) yang bernama Halimahtus Sa'adiah di kampung halamannya di pergunungan selama beberapa tahun. Dalam tahun-tahun itu, baginda telah dibawa ke Mekah untuk mengunjungi ibunya. Setelah ibunya meninggal, baginda dijaga oleh datuknya, Abdul Muthalib. Apabila datuknya meninggal, baginda dijaga oleh bapa saudaranya, Abu Talib. Ketika inilah baginda sering kali membantu mengembala kambing-kambing bapa saudaranya di sekitar Mekah dan kerap menemani bapa saudaranya dalam urusan perdagangan ke Syam (Syria).
"Masa remaja"
"Berumahtangga"
Khadijah begitu tertarik dengan kejujuran dan watak peribadinya yang mendorong beliau untuk menawarkan diri untuk mengahwini baginda. Baginda menerima lamarannya dan perkahwinan mereka adalah bahagia. Mereka dikurniakan 7 orang anak (3 lelaki dan 4 perempuan) tetapi ketiga-tiga anak lelaki mereka, Qasim, Abdullah dan Ibrahim meninggal semasa kecil. Manakala anak perempuan baginda ialah Ruqayyah, Zainab, Ummu Kalsum dan Fatimah az-Zahra. Khadijah merupakan satu-satunya isterinya sehinggalah beliau meninggal pada usia 51 tahun.
“Demi yang diriku berada ditanganya, sesungguhnya Ibn Maryam hampir akan turun di tengah-tengah kamu sebagai pemimpin yang adil, maka ia akan menghancurkan salib, membunuh babi, menolak upeti, melimpahkan harta sehingga tidak seorangpun yang mau menerima pemberian dan sehingga satu kali sujud lebih baik dari dunia dan segala isinya” (HR. Bukhari, Muslim, Ahmad, Nasa’I, Ibn Majah dari Abi Hurairah).
"Nabi Isa akan menunaikan Ibadah Haji"
”Demi Dzat yang diriku berada ditanganya,sesungguhnya Ibn Maryam akan mengucapkan tahlil dengan berjalan kaki untuk melaksanakan haji atau umrah atau kedua-duanya dengan serentak”.(HR. Ahmad & Muslim dari Abi Hurairah).
"Nabi Isa akan wafat"
Nabi Isa akan menyelamatkan manusia dari fitnah Ya’juj dan Ma’juj
0 kommentarer Indsendt af pelangi kl. 04.13Salah satu tugas besar beliau setelah membunuh dajjal adalah menyelamatkan ummat manusia dari fitnah Ya’juj dan Ma’juj (Gog dan Magog dalam versi Kristian).
Dikisahkan, fitnah dan kejahatan mereka (Ya’juj dan Ma’juj) sangat besar dan menyeluruh , tiada seorang manusiapun yang dapat mengatasinya, jumlah mereka pun sangat banyak sehingga kaum Muslimin akan menyalakan api selama 7 tahun untuk berlindung dari penyerangan mereka, para pemanah dan perisai mereka. (seperti yang diterangkan dalam hadist yang diriwayatkan oleh Ibn Majah dari Nawwas).
Maka saat mereka telah keluar (dari diding tembaga yang mengurung mereka sejak zaman raja Zulkarnain) maka Allah SWT berkata kepada Isa ibn Maryam: ”Sesungguhnya Aku telah mengeluarkan hamba-hamba(Ya’juj dan Ma’juj)yang tidak mampu diperangi oleh siapapun, maka hendaklah kamu mengasingkan hamba-hambaKu ke Thur (Thursina). ”
Dan di Thursina terkepunglah Nabiyullah ‘Isa beserta para sahabatnya, sehingga harga sebuah kepala sapi lebih mahal dari 100 dinar kamu hari ini.Kemudian Nabiyullah ‘Isa dan para sahabatnya ,menginginkan itu, maka mereka tidak menemukan sejengkalpun dari tanah di bumi kecuali ia dipenuhi oleh bau anyir dan busuk mereka.Kemudian Nabi Isa dan sahabatnya meminta kelapangan kepada Allah SWT maka Allah mengutus seekor burung yang akan membawa mereka kemudian menurunkan mereka sesuai dengan kehendak Allah , kemudian Allah menurunkan air hujan yang tidak meninggalkan satu rumahpun dikota atau di kampung, maka Ia membasahi bumi sehingga menjadi seperti sumur yang penuh.” (HR. Ahmad,Muslim & Tirmidzi dari An Nawwas bin Sam’am).
Catatatan dalam versi Kristian "orang-orang beriman akan diselamatkan dibawa ke awan"
Dahsyatnya fitnah Ya’juj dan Ma’juj digambarkan dalam sebuah hadist Rasulullah saw. sbb:
"Dinding Ya'juj dan Majjuj akan terbuka, maka mereka akan menyerang semua manusia, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta'ala: "Dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat-tempat yang tinggi" (QS . Al Anbiyaa' : 96). Maka mereka akan menyerang manusia, sedangkan kaum Muslim akan berlarian dari mereka ke kota-kota dan benteng-benteng mereka, kemudian mereka mengambil binatang-binatang ternak bersama mereka. Sedangkan mereka (Ya'juj dan Ma'juj) meminum semua air di bumi, sehingga apabila sebahagian mereka melewati sebuah sungai maka merekapun meminum air sungai tersebut sampai kering dan ketika sebagian yang lain dari mereka melewati sungai yang sudah kering tersebut, maka mereka berkata: "Dulu di sini pernah ada air". Dan apabila tidak ada lagi manusia yang tersisa kecuali seorang saja di sebuah kota atau benteng, maka berkatalah salah seorang dari mereka: "Mereka-mereka penduduk bumi sudah kita habisi, maka yang tertinggal adalah penduduk langit", kemudian salah seorang dari mereka melemparkan tombaknya ke langit, dan tombak tersebut kembali dengan berlumur darah yang menunjukkan suatu bala dan fitnah. Maka tatkala rnereka sedang asyik berbuat demikian, Allah Subhanahu wa Ta'ala mengutus ulat ke pundak mereka seperti ulat belalang yang keluar dari kuduknya, maka pada pagi harinya mereka pun mati dan tidak terdengar satu nafaspun. Setelah itu kaum Muslim berkata: "Apakah ada seorang laki-laki yang mau menjual dirinya untuk kami berani mati) untuk melihat apa yang sedang dilakukan oleh musuh kita ini?" maka majulah salah seorang dari mereka dengan perasaan (menganggap) bahwa ia telah mati, kemudian dia menemui bahwa mereka semua telah mati dalam keadaan sebagian mereka di atas sebagian yang lain (berhimpitan), maka laki-laki tersebut menyeru: "Wahai semua kaum Muslim bergembiralah kamu sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta'ala sendiri sudah membinasakan musuhmu", maka mereka pun keluar dari kota-kota dan benteng-benteng dan melepaskan ternak-ternak mereka ke padang-padang rumput kemudian padang rumput tersebut dipenuhi oleh daging-daging binatang ternak, maka semua susu ternak tersebut gemuk (penuh) seperti tunas pohon yang paling bagus yang tidak pernah dipotong." (HR. Ahmad, Ibn Majah, Ibn Hiban dan Hakim dari Abu Sa’id)
"Nabi Isa akan menjadi pemimpin yang adil di akhir zaman"
“Demi yang diriku berada ditanganya,sesungguhnya Ibn Maryam hampir akan turun di tengah-tengah kamu sebagai pemimpin yang adil,maka ia akan menghancurkan salib,membunuh babi,menolak upeti,melimpahkan harta sehingga tidak seorangpun yang mau menerima pemberian dan sehingga satu kali sujud lebih baik dari dunia dan segala isinya” (HR. Bukhari,Muslim,Ahmad,Nasa’I,Ibn Majah dari Abi Hurairah)
"Nabi Isa akan menunaikan Ibadah Haji"
Diceritakan dalam sebuah hadist bahwa Nabi Isa akan melaksanakan haji.
”Demi Dzat yang diriku berada ditanganya,sesungguhnya Ibn Maryam akan mengucapkan tahlil dengan berjalan kaki untuk melaksanakan haji atau umrah atau kedua-duanya dengan serentak”.(HR. Ahmad & Muslim dari Abi Hurairah).
"Nabi Isa akan wafat"
Peristiwa itu tergambar dari hadis berikut :
“Tidak ada seorang nabi pun antara aku dan Isa dan sesungguhnya ia benar-benar akan turun (dari langit), apabila kamu telah melihatnya, maka ketahuilah;bahwa ia adalah seorang laki-laki berperawakan tubuh sedang, berkulit putih kemerah-merahan. Ia akan turun dengan memakai dua lapis pakaian yang dicelup dengan warna merah, kepalanya seakan-akan meneteskan air waulupun ia tidak basah”. (HR Abu Dawud)
Hal pertama yang dilakukan Nabi Isa setelah turun dari langit adalah menunaikan solat sebagaimana yang dijelaskan oleh hadis-hadis di atas. Nabi Isa akan menjadi makmum dalam solat yang diimamkan oleh Imam Mahdi.
Adapun lokasi turunnya Nabi Isa dijelaskan oleh Rasulullah saw. dalam sebuah hadist berikut :
“Isa ibn Maryam akan turun di ‘Menara Putih’(Al Mannaratul Baidha’) di Timur Damsyik”. (HR Thabrani dari Aus bin Aus).
Kedatangan Nabi Isa akan didahului oleh keadaan dunia yang dipenuhi kezaliman, kesengsaraan & peperangan besar yang melibatkan seluruh penduduk dunia, setelah itu kemunculan Imam Mahdi yang akan menyelamatkan kaum muslimin, kemudian kemunculan dajjal yang akan berusaha membunuh Imam Mahdi , setelah dajjal menyebarkan fitnahnya selama 40 hari , maka Nabi Isa akan diturunkan dari langit untuk menumpaskan dajjal
"Nabi Isa akan membunuh Dajjal(Anti-Christ"
Dikisahkan setelah Nabi Isa as. selesaikan menunaikan solat, ia berkata : “Keluarlah kamu (pasukan kaum muslimin) semua bersama kami untuk menghadapi musuh Allah, iaitu dajjal.” Lalu mereka pun keluar, kemudian Ia (Isa) dilihat oleh dajjal yang laknat yang baru saja mendakwa kepada manusia, bahawa ia adalah raja yang mendapat petunjuk dan pemimpin yang arif serta bijaksana, bahkan mengaku sebagai Tuhan Yang Maha Tinggi. Begitu ‘Isa dilihat oleh dajjal, dajjal pun meleleh seperti garam yang meleleh di di air. Kemudian dajjal melarikan diri, akan tetapi ia dihadang oleh Isa di pintu kota Lud di Palestin. Sekiranya Isa membiarkan saja hal ini maka dajjal akan hancur seperti garam dalam air, akan tetapi Isa berkata kepadanya :”Sesungguhnya aku berhak untuk menghajar kamu dengan satu pukulan.” Lalu Isa as. menombak dan membunuhnya, maka Isa as. memperlihatkan kepada semua orang darah dajjal di tombaknya. Maka tahu dan sadarlah para pengikut dajjal dari kalangan Yahudi , bahwa dajjal bukanlah Allah. Jika benar apa yang didakwakan dajjal(dajjal mengaku sebagai tuhan) tentulah dajjal tidak akan dapat dibunuh oleh Nabi ‘Isa.
Dan kerana ucapan mereka: "Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, Isa putera Maryam, Rasul Allah", padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahawa yang mereka bunuh itu adalah Isa. (An Nisaa' : 157).
"Nabi Isa diselamatkan oleh Allah SWT dengan diangkat ke langit"
Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (An Nisaa':158).
Berdasarkan kepada ayat yang sama, sebahagian kecil umat Islam pula yang berpendapat bahawa Nabi Isa as diselamatkan dari kematian di tiang salib, kemudian telah wafat sewajarnya manusia, dengan demikian darjat baginda telah ditinggikan oleh Allah SWT dengan terhindar dari kematian di tiang salib.
Walaubagaimanapun, sebilangan besar umat Islam mempercayai Nabi Allah Isa telah diangkat beserta dengan jasad-jasadnya sekali ke Sisi-Allah.Hal ini berdasarkan kepada peristiwa yang berlaku ketika Nabi Allah Isa bersama kaum Hawariyyun (12 orang) menjamah makanan moreh terakhir bersama dalam peristiwa (the last supper). Pada waktu itu Nabi Isa ada menyebutkan yang salah seorang dari kaum Hawariyyun akan mengkhianatinya .
Dan tatkala ketika Nabi Isa bersama dengan kaum Hawariyyun di (Taman Gethsamani, BaitulMaqdis, jerusalem) selepas makan moreh(untuk bertahannuth, bertaqarrub, bertasbih, dan berdoa kepada Allah) datang salah seorang dari kaum hawariyyun kepada Nabi Allah Isa yang digelar judas iscariot, cuba untuk membisikkan sesuatu kepada nabi Allah Isa, sekumupulan kecil dari tentera Rom turut hadir dan menunggu diluar Taman Gethsamani bagi memastikan orang yang pertama yang keluar dari taman itu adalah Isa AlMasih yang dimaksudkan.Namun kuasa Allah Yang maha Tinggi dan Terpuji serta kasih kepada Rasul dan hambanya, Allah telah menyelamatkan Nabi Isa ke langit dan serta merta menukarkan paras rupa Yudas supaya seiras dengan raut wajah Nabi Isa. Apabila tentera Rom mendapati bahawa orang yang keluar dari taman itu adalah berparas rupakan seseorang yang mirip dengan Isa putera Maryam, mereka menangkap Yudas dan dibawa ke muka pengadilan supaya dapat disalibkan.
Namun begitu, para pembesar Israel, Kesyatria Rom dan majlis kehakiman benar-benar bertelagah dan berasa was-was adakah orang yang dimaksudkan itu adalah Isa atau orang lain, hal ini kerana walaupun mukanya mirip muka Isa , namun perwatakan orang itu amat berbeza sekali dengan Nabi Isa. 11 orang kaum Hawariyyun yang lain pada peristiwa itu telah pun berpisah dan melarikan diri bagi mengelakkan diri mereka dikesan oleh para pembesar Israel . Namun tidak berapa lama kemudian mereka bertemu semula untuk memastikan diantara mereka sentiasa mempraktikkan segala ilmu duniawi dn ukhrawi yang telah diajarkan oleh Nabi Isa sebelumnya. Serta mereka mengharapkan kedatangan pemimpin yang masyhur yang dijanjikan kedatangannya oleh Allah iaitu Nabi Muhammad Rasullullah.
Berdasarkan maklumat yang diperolehi dari pakar-pakar sejarawan, serta kitab-kitab Qisasul Anbiya' telah dijelaskan bahawa Nabi Isa Al-Masih(Jesus Christ) mempunyai 12 orang sahabat. Dalam Quran mereka digelar sebagai الحواريون (Al-Hawariyun). Masyarakat Kristian pula menggelar mereka 12 diciples. Anggota Al-Hawariyun dikatakan terdiri daripada penama-penama berikut:
* Peter@Petrus atau namanya yang sebenar adalah Simon Bar Yokhanan.
* James (Yohannes{bukan Nabi Yahya}&Yakobus) James ben Zabedee@Zabeedah@Zabedeus.
* John atau Yahya atau Yohannes (bukan Nabi Yahya).
* Andrew (Andreas) (diriwayatkan anak murid kepada Nabi Yahya).
* Philip (Filipus).
* Barthomew ben Talemai (Bar Talemai), (mempunyai nama gelaran yang disebut Nathanael).
* Matthew atau Matius.
* Thomas (dalam bahasa Aramik disebut Toma) @Didimus (dalam bahasa Yunani).
* James anak Alphaeus@Yakobus ben Alphaeus.
* Thaddeus Lebbaeus(Yudas Thaddeus).
* Simon The Cananean (Simon orang Kanaan) @Simon The Zilot(Simon orang Zilot).
* Judas Iscariot(judas pengkhianat).
Namun begitu, nama-nama berikut sebenarnya masih lagi samar-samar disebabkan tiada fakta yang benar-benar sahih menunjukkan nama-nama itu mewakili setiap individu Al-Hawariyun yang sebenar. Kitab Injil (Bible) kini sendiri bertelagah mengenai individu Al-Hawariyun serta riwayat hidup mereka yang dicatitkan dalam Injil-Injil Kristian.
Firman Allah berkaitan keimanan anggota Al-Hawariyun dalam Al-Quran:
"Dan (ingatlah) ketika Aku (Allah) ilhamkan kepada orang-orang Hawariyiin (sahabat-sahabat Nabi Isa): "Berimanlah kamu kepada-Ku dan kepada Rasul-Ku!", Mereka menjawab: "Kami telah beriman, dan saksikanlah, bahawa sesungguhnya kami orang-orang Islam/Muslim yang menyerah diri kepada Allah".
"Dan (ingatlah) ketika orang-orang Hawariyun berkata: "Wahai Isa ibn Maryam (Nabi Isa)!Dapatkah kiranya Tuhanmu menurunkan kepada kami satu hidangan dari langit? "Nabi Isa menjawab: "Bertaqwalah kamu kepada Allah jika benar kamu orang-orang yang beriman".
"Mereka menjawab: "Kami hanya ingin hendak makan dari hidangan itu (untuk mengambil berkat), dan supaya tenang tenteram hati kami, dan juga supaya kami ketahui dengan yakin, bahawa sesungguhnya engkau telah berkata benar kepada kami, dan supaya menjadilah kami orang-orang yang menyaksikannya sendiri".
"Isa ibn Maryam (itu pun berdoa kehadrat Allah) berkata: "Ya Allah, Tuhan kami! Turunkanlan kiranya kepada kami satu hidangan dari langit, untuk menjadi hari raya bagi kami, iaitu bagi kami yang ada hari ini dan bagi orang-orang kami yang datang kemudian, dan sebagai satu tanda(Mukjizat) daripada-Mu (yang menunjukkan Kebesaran dan Kekuasaan-Mu), dan kurniakanlah rezeki kepada kami, kerana Engkau jualah sebaik-baik Pemberi rezeki".
"Allah berfirman: "Sesungguhnya Aku akan menurunkan hidangan itu berulang-ulang kepada kamu, kemudian sesiapa yang kufur ingkar sesudah (turunnya hidangan itu), maka sesungguhnya Aku akan menyeksanya dengan azab sengsara yang tidak pernah Aku seksakan seseorang pun dari sekalian makhluk".
Al-Quran Surah Al-Maaidah(Hidangan)ayat 111-115.
"Isa dan Roh qudus"
Al-Qur'an juga menceritakan perihal Isa yang diberikan kekuatan dengan roh qudus oleh Tuhan.
Rasul-rasul itu Kami lebihkan sebagian (dari) mereka atas sebahagian yang lain. Di antara mereka ada yang Allah berkata-kata (langsung dengan dia) dan sebagiannya Allah meninggikannya beberapa darjat. Dan Kami berikan kepada Isa putera Maryam beberapa mukjizat serta Kami perkuat dia dengan Ruhul Qudus. Dan kalau Allah menghendaki, nescaya tidaklah berbunuh-bunuhan orang-orang (yang datang) sesudah rasul-rasul itu, sesudah datang kepada mereka beberapa macam keterangan, akan tetapi mereka berselisih, maka ada di antara mereka yang beriman dan ada (pula) di antara mereka yang kafir. Seandainya Allah menghendaki, tidaklah mereka berbunuh-bunuhan. Akan tetapi Allah berbuat apa yang dikehendaki-Nya. (Surah Al Baqarah ayat 253).
(Ingatlah), ketika Allah mengatakan: "Hai Isa putra Maryam, ingatlah nikmat-Ku kepadamu dan kepada ibumu di waktu Aku menguatkan kamu dengan ruhul qudus. Kamu dapat berbicara dengan manusia di waktu masih dalam buaian dan sesudah dewasa; dan (ingatlah) di waktu Aku mengajar kamu menulis, hikmah, Taurat dan Injil, dan (ingatlah pula) diwaktu kamu membentuk dari tanah (suatu bentuk) yang berupa burung dengan ijin-Ku, kemudian kamu meniup kepadanya, lalu bentuk itu menjadi burung (yang sebenarnya) dengan seizin-Ku. Dan (ingatlah) di waktu kamu menyembuhkan orang yang buta sejak dalam kandungan ibu dan orang yang berpenyakit sopak dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di waktu kamu mengeluarkan orang mati dari kubur (menjadi hidup) dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di waktu Aku menghalangi Bani Israil (dari keinginan mereka membunuh kamu) di kala kamu mengemukakan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, lalu orang-orang kafir diantara mereka berkata: "Ini tidak lain melainkan sihir yang nyata". (Al Maa'idah ayat 110).
Jibril berkata: "Demikianlah". Tuhanmu berfirman: "Hal itu adalah mudah bagiKu; dan agar dapat Kami menjadikannya suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami; dan hal itu adalah suatu perkara yang sudah diputuskan". (Qur'an surah Maryam ayat 21)
...Maha Suci Dia. Apabila Dia telah menetapkan sesuatu, maka Dia hanya berkata kepadanya: "Jadilah", maka jadilah ia. (Qur'an surah Maryam ayat 35)
Beberapa ayat lain berkaitan dengan kelahiran Isa antara lain:
Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: "Jadilah" (seorang manusia), maka jadilah dia. (Ali Imran 3:59).
Dan (ingatlah kisah) Maryam yang telah memelihara kehormatannya, lalu Kami tiupkan ke dalam (tubuh)nya roh dari Kami dan Kami jadikan dia dan anaknya tanda (kekuasaan Allah) yang besar bagi semesta alam (Surah Al Anbiyaa' ayat 21).
"Sebagai seorang nabi"
Beberapa ayat dari Al Qur'an yang menegaskan tentang kenabian Isa antara lain:
Berkata Isa: "Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku kitab suci (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi, dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) solat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup; dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka. Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali". Itulah Isa putera Maryam, yang mengatakan perkataan yang benar, yang mereka berbantah-bantahan tentang kebenarannya. Tidak layak bagi Allah mempunyai anak, Maha Suci Dia. Apabila Dia telah menetapkan sesuatu, maka Dia hanya berkata kepadanya: "Jadilah", maka jadilah ia. (Surah Maryam ayat 30-35)
Dan tatkala Isa datang membawa keterangan dia berkata: "Sesungguhnya aku datang kepadamu dengan membawa hikmat dan untuk menjelaskan kepadamu sebagian dari apa yang kamu berselisih tentangnya, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah (kepada) ku". Sesungguhnya Allah Dialah Tuhanku dan Tuhan kamu maka sembahlah Dia, ini adalah jalan yang lurus. Maka berselisihlah golongan-golongan (yang terdapat) di antara mereka, lalu kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang zalim yakni siksaan hari yang pedih (kiamat). (Surah Az Zukhruf 63-65).
Al Masih putera Maryam itu hanyalah seorang Rasul yang sesungguhnya telah berlalu sebelumnya beberapa rasul, dan ibunya seorang yang sangat benar, kedua-duanya biasa memakan makanan. Perhatikan bagaimana Kami menjelaskan kepada mereka (ahli kitab) tanda-tanda kekuasaan (Kami), kemudian perhatikanlah bagaimana mereka berpaling (dari memperhatikan ayat-ayat Kami itu). (Surah Al Maa'idah ayat 75).
Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: "Hai Isa putera Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: "Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah?". Isa menjawab: "Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakan maka tentulah Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang ghaib-ghaib". Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (mengatakan)nya yaitu: "Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu", dan adalah aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di antara mereka. Maka setelah Engkau wafatkan aku, Engkau-lah yang mengawasi mereka. Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan atas segala sesuatu. (Surah Al Maa'idah ayat 116-117).
Mengikut al-Qur'an, keturunan Isa bermula dari kelahiran Maryam iaitu anak perempuan Imran, berlanjut dengan tumbuh kembangnya dalam asuhan Zakaria, serta kelahiran Yahya. Kemudian Qur'an menceritakan keajaiban kelahiran Isa sebagai anak Maryam tanpa ayah.
(Ingatlah), ketika Malaikat berkata: "Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putera yang diciptakan) dengan kalimat (yang datang) daripada-Nya, namanya Al Masih Isa putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah) (Qur'an surat Ali Imran ayat 45)
Cerita tentang Isa kemudian berlanjut dengan pengangkatannya sebagai utusan Allah, penolakan oleh Bani Israel dan berakhir dengan pengangkatannya ke syurga.
"Kepercayaan dasar Islam tentang Nabi Isa"
Beberapa kepercayaan yang dianut ummat Islam mengenai Isa antara lain :
Salasilah nabi Isa datang daripada nabi Ibrahim melalui puteranya Ishak.
Isa adalah salah satu nabi yang tergolong dalam ulul azmi, yakni nabi dan rasul yang memiliki kedudukan tinggi/istimewa bersama dengan (Nabi Muhammad s.a.w., Nabi Ibrahim a.s., Nabi Musa a.s. dan Nabi Nuh a.s.).
Isa diutus untuk kaum bani Israel.
Isa bukanlah Tuhan mahupun anak Tuhan, melainkan salah seorang manusia biasa yang diangkat menjadi nabi dan rasul sebagaimana juga setiap nabi lain yang diutus pada kaum masing-masing.
Kelahiran Isa terjadi dengan ajaib, tanpa ayah kandung, atas kekuasaan Tuhan. Ibunya (Maryam) adalah dari golongan mereka yang suci serta masih perawan dan mendekatkan diri kepada Tuhan.
Isa memiliki beberapa keajaiban atas kekuasaan Tuhan. Di samping kelahirannya, baginda mampu bercakap-cakap sewaktu berusia hanya beberapa hari, Isa bercakap dan membela Ibunya dari tuduhan penzinaan. Dalam Qur'an juga menceritakan kisah baginda menghidupkan orang yang sudah mati, menyembuhkan buta dan sopak.
Isa bukan merupakan penebus dosa manusia, Islam menolak konsep dosa turunan dan menganut konsep bahawa setiap manusia bertanggung jawab dan akan diadili atas perbuatannya sendiri.
Nabi Zakaria a.s., ayah kepada Nabi Yahya sedar dan mengetahui bahawa anggota-anggota keluarganya, saudara-saudaranya, sepupu-sepupunya dan anak-anak saudaranya adalah orang-orang jahat Bani Israil yang tidak segan-segan melanggar hukum-hukum agama dan berbuat maksiat, disebabkan iman dan rasa keagamaan mereka belum meresap betul didalam hati mereka, sehingga dengan mudah mereka tergoda dan terjerumus ke dalam lembah kemungkaran dan kemaksiatan. Ia khuatir bila ajalnya tiba dan meninggalkan mereka tanpa seorang waris yang dapat melanjutkan pimpinannya atas kaumnya, bahawa mereka akan makin rosak dan makin berani melakukan kejahatan dan kemaksiatan bahkan ada kemungkinan mereka mengadakan perubahan-perubahan di dalam kitab suci Taurat dan menyalah-gunakan hukum-hukum agama.
Kekhuatiran itu selalu mengganggu fikiran Zakaria disamping rasa sedih hatinya bahawa ia sejak kahwin hingga mencapai usia sembilan puluh tahun, Tuhan belum mengurniakannya dengan seorang anak yang ia idam-idamkan untuk menjadi penggantinya memimpin dan mengimami Bani Isra'il. Ia agak terhibur dari rasa sedih dan kekhuatirannya semasa ia bertugas memelihara dan mengawasi Maryam yang dapat dianggap sebagai anak kandungnya sendiri. Akan tetapi rasa sedihnya dan keinginanya yang kuat untuk memperolhi keturunan tergugah kembali ketika ia menyaksikan mukjizat hidangan makanan dimihrabnya Maryam. Ia berfikir didalam hatinya bahawa tiada sesuatu yang mustahil di dalam kekuasaan Allah. Allah yang telah memberi rezeki kepada Maryam dalam keadaan seorang diri tidak berdaya dan berusaha, Dia pula berkuasa memberinya keturunan bila Dia kehendaki walaupun usianya sudah lanjut dan rambutnya sudah penuh uban.
Pada suatu malam yang sudah larut duduklah Zakaria di mihrabnya menghening cipta memusatkan fikiran kepada kebesaran Allah seraya bermunajat dan berdoa dengan khusyuk dan keyakinan yang bulat. Dengan suara yang lemah lembut dia berdoa: "Ya Tuhanku, berikanlah aku seorang putera yang akan mewarisiku dan mewarisi sebahagian dari keluarga Ya'qub, yang akan meneruskan pimpinan dan tuntunanku kepada Bani Isra'il. Aku khuatir bahawa sepeninggalanku nanti anggota-anggota keluargaku akan rosak kembali aqidah dan imannya bila aku tinggalkan mati, tanpa seorang pemimpin yang akan menggantikan aku. Ya Tuhanku, tulangku telah menjadi lemah dan kepalaku telah dipenuhi uban, sedang isteriku adalah seorang perempuan yang mandul. Namun kekuasaan-Mu adalah di atas segala kekuasaan dan aku tidak jemu-jemu berdoa kepadamu memohon rahmat-Mu mengurniai kau seorang putera yang soleh yang engkau redhai."
Allah berfirman memperkenankan permohonan Zakaria: "Hai Zakaria Kami memberi khabar gembira kepadamu, kamu akan memperoleh seorang putera bernama Yahya yang soleh yang membenarkan kitab-kitab Allah, menjadi pemimpin yang diikuti, bertahan diri dari hawa nafsu dan godaan syaitan serta akan menjadi seorang nabi." Berkata Zakaria: "Ya Tuhanku, bagaimana aku akan memperolehi anak sedangkan isteriku adalah seorang perempuan yang mandul dan aku sendiri sudah lanjut usia."
Allah menjawab dengan firman-Nya: "Demikian itu adalah suatu hal yang mudah bagi-Ku. Tidakkah aku telah ciptakan engkau, padahal engkau di waktu itu belum ada sama sekali?" Berkata Zakaria: "Ya Tuhanku, berilah aku akan suatu tanda bahawa isteri aku telah mengandung." Allah berfirman: "Tandanya bagimu bahawa engkau tidak dapat berkata-kata dengan manusia selama tiga hari berturut-turut kecuali dengan isyarat. Dan sebutlah nama-Ku sebanyak-banyaknya serta bertasbihlah di waktu petang dan pagi hari."
Nabi Yahya bin Zakaria a.s. tidak banyak dikisahkan oleh Al-Quran kecuali bahawa ia diberi ilmu dan hikmah semasa dia masih kanak-kanak dan bahawa ia seorang putera yang berbakti kepada kedua orang tuanya dan bukanlah orang yang sombong durhaka. Ia terkenal cerdik pandai, berfikiran tajam sejak ia berusia muda, sangat tekun beribadah yang dilakukan siang dan malam sehingga berpengaruh kepada kesihatan badannya dan menjadikannya kurus kering, wajahnya pucat dan matanya cekung.
Ia dikenal oleh kaumnya sebagai orang alim menguasai soal-soal keagamaan, hafal kitab Taurat, sehingga ia menjadi tempat bertanya tentang hukum-hukum agama. Ia memiliki keberanian dalam mengambil sesuatu keputusan, tidak takut dicerca orang dan tidak pula menghiraukan ancaman pihak penguasa dalam usahanya menegakkan kebenaran dan melawan kebathilan. Dia selalu menganjurkan orang-orang yang telah berdosa agar bertaubat dari dosa mereka. Dan sebagai tanda taubatnya mereka dimandikan { dibaptiskan } di sungai Jordan, kebiasaan mana hingga kini berlaku di kalangan orang-orang Kristian dan kerana Nabi Yahya adalah orang pertama yang mengadakan upacara itu, maka ia dijuluki "Yahya Pembaptis".
Dikisahkan bahawa Hirodus Penguasa Palestin pada waktu itu mencintai anak saudaranya sendiri bernama Hirodia, seorang gadis yang cantik, ayu, bertubuh lampai dan ramping dan berhasrat ingin mengahwininya. Sang gadis berserta ibunya dan seluruh anggota keluarga menyetujui rencana perkahwinan itu, namun Nabi Yahya menentangnya dan mengeluarkan fatwa bahawa perkahwinan itu tidak boleh dilaksanakan kerana bertentangan dengan syariat Musa yang mengharamkan seorang mengahwini anak saudaranya sendiri.
Berita rencana perkahwinan Hirodus dan Hirodia serta fatwa Nabi Yahya yang melarangnya tersiar di seluruh pelusuk kota dan menjadi pembicaraan orang di segala tempat di mana orang berkumpul. Herodia si gadis cantik calon isteri itu merasa sedih bercampur marah terhadap Nabi Yahya yang telah mengeluarkan fatwa mengharamkan perkahwinannya dengan bapa saudaranya sendiri, yang telah membawa reaksi dan pendapat di kalangan masyarakat yang luas. Dia khuatir bahawa bapa saudaranya, calon suaminya, Herodus, dapat terpengaruh oleh fatwa Nabi Yahya itu dan terpaksa membatalkan perkahwinan yang sudah dinanti-nanti dan diidam-idamkan, bahkan sudah menyiapkan segala sesuatu berupa pakaian mahupun peralatan yang perlu untuk pesta perkahwinan yang telah disepakati itu.
Menghadapi fatwa Nabi Yahya dan reaksi masyarakat itu, Herodia tidak tinggal diam. Ia berusaha dengan bersenjatakan kecantikan dan parasnya yang ayu itu mempengaruhi bapa saudaranya calon suaminya agar rencana perkahwinan dilaksanakan. Dengan merias diri dan berpakaian yang merangsang, ia pergi mengunjungi bapa saudaranya Herodus yang sedang dilanda mabuk asmara. Bertanya Herodus kepada anak saudaranya calon isterinya yang nampak lebih cantik daripada biasa : "Hai manisku, apakah yang dapat aku berbuat untukmu?. Katakanlah. Aku akan patuhi segala permintaanmu. Kedatanganmu kemari pada saat ini tentu didorong oleh sesuatu hajat yang mendesak yang ingin engkau sampaikan kepadaku. Sampaikanlah kepadaku tanpa ragu-ragu, hai sayangku, aku sedia melayani segala keperluan dan keinginanmu."
Herodia menjawab: "Jika Tuanku berkenan, maka aku hanya mempunyai satu permintaan yang mendorongku datang mengunjungi Tuanku pada saat ini. Permintaanku yang tunggal itu ialah kepala Yahya bin Zakaria orang yang telah mengacau rencana kita dan mencemarkan nama baik Tuanku dan namaku sekeluarga di segala tempat dan penjuru. Supaya dia dipenggal kepalanya. Alangkah puasnya hatiku dan besarnya terima kasihku, bila Tuanku memperkenankan permintaanku ini". Herodus yang sudah tergila-gila dan tertawan hatinya oleh kecantikan dan keelokan Herodia tidak berkutik menghadapi permintaan calon isterinya itu dan tidak dapat berbuat selain tunduk kepada kehendaknya dengan mengabaikan suara hati nuraninya dan panggilan akal sihatnya. Demikianlah maka tiada berapa lama dibawalah kepala Yahya bin Zakaria berlumuran darah dan diletakkannya di depan kesayangannya Herodia yang tersenyum tanda gembira dan puas hati bahawa hasratnya membalas dendam terhadap Yahya telah terpenuhi dan rintangan utama yang akan menghalangi rencana perkahwinannya telah disingkirkan, walaupun perbuatannya itu menurunkan laknat Tuhan atas dirinya, diri rajanya dan Bani Isra'il seluruhnya.
Cerita tentang Zakaria dan Yahya terurai di atas dikisahkan oleh Al-Quran, surah Maryam ayat 2 sehingga ayat 15, surah Ali Imran ayat 38 senhingga ayat 41 dan surah Al-Anbiya' ayat 89 sehingga ayat 90.
Tahun demi tahun berlalu, usia makin hari makin lanjut, namun keinginan tetap tinggal keinginan dan idam-idaman tetap tidak menjelma menjadi kenyataan. Berbagai cara dicubanya dan berbagai nasihat dan petunjuk orang diterapkannya, namun belum juga membawa hasil. Dan setelah segala daya upaya yang bersumber dari kepandaian dan kekuasaan manusia tidak membawa buah yang diharapkan, sedarlah isteri Imran bahawa hanya Allah tempat satu-satunya yang berkuasa memenuhi keinginannya dan sanggup mengurniainya dengan seorang anak yang didambakan walaupun rambutnya sudah beruban dan usianya sudah lanjut. Maka ia bertekad membulatkan harapannya hanya kepada Allah bersujud siang dan malam dengan penuh khusyuk dan kerendahan hati bernadzar dan berjanji kepada Allah bila permohonannya dikalbulkan, akan menyerahkan dan menghibahkan anaknya ke Baitul Maqdis untuk menjadi pelayan, penjaga dan memelihara rumah suci itu dan sesekali tidak akan mengambil manfaat dari anaknya untuk kepentingan dirinya atau kepentingan keluarganya.
Harapan isteri Imran yang dibulatkan kepada Allah tidak tersia-sia. Allah telah menerima permohonannya dan mempersembahkan doanya sesuai dengan apa yang telah disuratkan dalam takdir-Nya bahwa dari suami isteri Imran akan diturunkan seorang nabi besar. Maka tanda-tanda permulaan kehamilan yang dirasakan oleh setiap perempuan yang mengandung tampak pada isteri Imran yang lama kelamaan merasa gerakan janin di dalam perutnya yang makin membesar. Alangkah bahagia si isteri yang sedang hamil itu, bahawa idam-idamannya itu akan menjadi kenyataan dan kesunyian rumah tangganya akan terpecahlah bila bayi yang dikandungkan itu lahir. Ia bersama suami mulai merancang apa yang akan diberikan kepada bayi yang akan datang itu. Jika mereka sedang duduk berduaan tidak ada yang diperbincangkan selain soal bayi yang akan dilahirkan. Suasana suram sedih yang selalu meliputi rumah tangga Imran berbalik menjadi riang gembira, wajah sepasang suami isteri Imaran menjadi berseri-seri tanda suka cita dan bahagia dan rasa putus asa yang mencekam hati mereka berdua berbalik menjadi rasa penuh harapan akan hari kemudian yang baik dan cemerlang.
Akan tetapi sangat benarlah kata mutiara yang berbunyi: "Manusia merancang, Tuhan menentukan. Imran yang sangat dicintai dan sayangi oleh isterinya dan diharapkan akan menerima putera pertamanya serta mendampinginya dikala ia melahirkan , tiba-tiba direnggut nyawanya oleh Izra'il dan meninggallah isterinya seorang diri dalam keadaan hamil tua, pada saat mana biasanya rasa cinta kasih sayang antara suami isteri menjadi makin mesra. Rasa sedih yang ditinggalkan oleh suami yang disayangi bercampur dengan rasa sakit dan letih yang didahului kelahiran si bayi, menimpa isteri Imran di saat-saat dekatnya masa melahirkan. Maka setelah segala persiapan untuk menyambut kedatangan bayi telah dilakukan dengan sempurna lahirlah ia dari kandungan ibunya yang malang menghirup udara bebas.
Demikianlah maka tatkala Maryam diserahkan oleh ibunya kepada pengurus Baitulmaqdis, para rahib berebutan masing-masing ingin ditunjuk sebagai wali yang bertanggungjawab atas pengawasan dan pemeliharaan Maryam. Dan kerana tidak ada yang mahu mengalah, maka terpaksalah diundi diantara mereka yang akhirnya undian jatuh kepada Zakaria sebagaimana dijanjikan oleh Allah kepada ibunya. Tindakan pertama yang diambil oleh Zakaria sebagai petugas yang diwajibkan menjaga keselamatan Maryam ialah menjauhkannya dari keramaian sekeliling dan dari jangkauan para pengunjung yang tiada henti-hentinya berdatangan ingin melihat dan menjenguknya.
Rasa cinta dan kasih sayang Zakaria terhadap Maryam sebagai anak saudara isterinya yang ditinggalkan ayahnya meningkat menjadi rasa hormat dan takzim tatkala terjadi suatu peristiwa yang menandakan bahawa Maryam bukanlah gadis biasa sebagaimana gadis-gadis yang lain, tetapi ia adalah wanita pilihan Allah untuk suatu kedudukan dan peranan besar di kemudian hari. Pada suatu hari tatkala Zakaria datang sebagaimana biasa, mengunjungi Maryam, ia mendapatinya lagi berada di mihrabnya tenggelam dalam ibadah berzikir dan bersujud kepada Allah. Ia terperanjat ketika pandangan matanya menangkap hidangan makanan berupa buah-buahan musim panas terletak di depan Maryam yang lagi bersujud. Ia lalu bertanya dalam hatinya, dari manakah gerangan buah-buahan itu datang, padahal mereka masih lagi berada pada musim dingin dan setahu Zakaria tidak seorang pun selain dari dirinya yang datang mengunjungi Maryam. Maka ditegurlah Maryam tatkala setelah selesai ia bersujud dan mengangkat kepala: "Wahai Maryam, dari manakah engkau memperolehi rezeki ini, padahal tidak seorang pun mengunjungimu dan tidak pula engkau pernah meninggalkan mihrabmu? Selain itu buah-buahan ini adalah buah-buahan musim panas yang tidak dapat dibeli di pasar dalam musim dingin ini."
Maryam menjawab: "Inilah peberian Allah kepadaku tanpa aku berusaha atau minta. Dan mengapa engkau merasa hairan dan takjub? Bukankah Allah Yang Maha Berkuasa memberikan rezekinya kepada sesiapa yang Dia kehendaki dalam bilangan yang tidak ternilai besarnya?" Demikianlah Allah telah memberikan tanda pertamanya sebagai mukjizat bagi Maryam, gadis suci, yang dipersiapkan oleh-Nya untuk melahirkan seorang nabi besar yang bernama Isa a.s. Kisah lahirnya Maryam dan pemeliharaan Zakaria kepadanya dapat dibaca dalam Al-Quran surah Ali Imran ayat 35 hingga 37 dan 42 hingga 44.
|
|
